organic rice

Saturday, December 1, 2007

Seri khusus masalah beras


Seri khusus masalah beras


Tanaman padi
Kondisi kedua negara sepintas mirip tetapi nasib dunia perberasan berbeda
Mengapa Thailand ekspor beras, sedangkan Indonesia impor? Padahal kondisi kedua negara sepintas mirip dari segi lahan, pengairan dan iklim.

Thailand mengekspor 40% dari produksi berasnya, sedangkan Indonesia seringkali tidak berhasil mencukupi kebutuhan berasnya sendiri. Apakah ini berarti pertanian padi di Thailand lebih maju?

Produser BBC Siaran Indonesia Anton Alifandi mengunjungi beberapa daerah di Indonesia dan Thailand untuk mencoba membandingkan dunia perberasan di kedua negara.

Menteri pertanian Indonesia Anton Apriyantono mengatakan: "Indonesia lebih maju dalam hal produktivitas, kita sekitar 4,6 ton per hektar rata-rata, sedangkan Thailand 2,8 ton per hektar. Hanya saja di Thailand rasio antara lahan dan penduduk lebih besar daripada di Indonesia."


Sarayouth Phumiphon (Direktur Rice Research Institute, Kementrian Pertanian Thailand), Ak Sorn (petani di provinsi Pathum Thani) dan produser BBC Siaran Indoneisa, Anton Alifandi
Di Thailand buruh tani praktis tidak ada lagi sehingga petani harus menggunakan mesin

Kurangnya lahan ini membuat pertanian padi di Indonesia sangat menekankan jumlah produksi, sedangkan Thailand yang tidak kekurangan lahan, lebih memperhatikan aspek yang lain seperti harga jual, seperti terlihat dalam ekspor beras wangi Thailand, suatu varietas tradisional yang memang tidak memberi hasil yang tinggi tetapi berharga mahal.

Dalam hal teknologi panen, di Indonesia pada umumnya panen masih dilakukan oleh puluhan buruh yang menggunakan sabit. Di Thailand, buruh tani praktis tidak ada lagi, sehingga petani harus menggunakan mesin.
Ikuti seri khusus BBC Siaran Indonesia tentang masalah perberasan di Indonesia dan Thailand mulai Senin 13 Maret 2006 hingga Jumat 17 Maret 2006, pada siaran pukul 0500 WIB.

Kirimkan komentar anda ke email indonesian@bbc.co.uk atau melalui formulir di sisi kanan halaman ini.

Bagian I - Senin 13 Maret
Budidaya padi di Indonesia dan Thailand
Thailand mengekspor 40% dari produksi berasnya. Sedangkan Indonesia seringkali tidak berhasil mencukupi kebutuhan berasnya sendiri. Apakah ini berarti pertanian padi di Thailand lebih maju?

Bagian II - Selasa 14 Maret
Dari sawah ke pasar: Kondisi pasca panen
Di Indonesia, pabrik dengan kapasitas dan fasilitas seperti yang dimiliki PT Jatisari masih bisa dihitung dengan jari. Sedangkan di Thailand, asosiasi eksportir beras negara itu mengatakan terdapat beberapa ratus pabrik yang dengan mudah bisa menggiling 800 sampai 1.000 ton gabah per hari. Sebelum sampai di penggilingan pun, sebenarnya masih banyak yang bisa dilakukan petani padi di Indonesia untuk mengurangi gabah yang hilang setelah panen.

Bagian III - Rabu 15 Maret
Kebijakan pemerintah: Thailand ekspor, Indonesia impor
Mengapa Thailand bisa ekspor dan Indonesia terus impor? David Dawe, ekonom FAO, mengatakan pada dasarnya karena geografi. Lahan di Thailand lebih cocok dan lebih banyak untuk produksi padi. Persoalannya kebutuhan beras di Indonesia jauh lebih besar dan lahannya jauh lebih sedikit.

Bagian IV - Kamis 16 Maret
Kondisi petani Indonesia dan Thailand
Apakah petani yang berada di awal mata rantai mendapat bagian yang wajar dalam perdagangan beras di Indonesia? Dengan Rp 15.000 sehari, kehidupan para buruh tani ini sepenuhnya tergantung pada bidang pertanian. Inilah persoalan besar yang dihadapi pemerintah Indonesia.

Bagian V - Jumat 17 Maret
Pelajaran yang bisa dipetik Indonesia dari Thailand
Luasnya lahan padi di Thailand membuat negara itu selalu surplus beras, sedangkan Indonesia yang lahannya sempit dibanding dengan populasi yang harus diberi makan baru bisa memenuhi kebutuhan berasnya dengan susah payah. Swasembada pun, belum tentu akan membuat hidup petani lebih makmur.

Beras Organik Usaha Beras Di Indonesia 021-73888872

No comments:

Keunggulan Beras Kami

  1. Ditanam di daerah bebas polusi
  2. Sistem pertanian terasering
  3. Sistem irigasi mata air pegunungan
  4. Bibit unggul
  5. 100% bebas pestisida
  6. Memiliki cita rasa dan ber efek therapy
  7. Vaccum packaging
  8. Uji Sucofindo
  9. Tahan Basi
Kata-kata Hikmah..! Jelang Pemilu, Jangan Golput ! Di Pemilu 2009